Wednesday, July 10, 2013

Spiritualitas dalam Bekerja

Hari ini mau praktik wawancara sebagai rangkaian sebuah training yang saya ikuti. Jadi ingat kisah Rudi dan Sikat Gigi? Masih ingat ceritanya?

Begini kisahnya..

Pagi itu Rudi pergi ke sebuah perusahaan dimana ia dipanggil untuk test wawancara. Saat menunggu antrian untuk dipanggil, Rudi menyempatkan diri ke toilet untuk sekedar membersihkan muka dan mencuci tangan.

Ketika di kamar mandi, Rudi melihat wastafel di kamar itu kotor dan kerak porselin disana-sini. Rudi melohat ke sekeliling dan di samping wastafel itu ia melihat ada sikat gigi bekas yang terlihat tak terpakai. Tanpa menunggu lama, Rudi membersihkan wastafel tersebut dengan sikat gigi bekas yang ia temukan.

Saat itu tanpa ia sadari, ternyata ada orang lain disampingnya yang melihat apa yang ia kerjakan. Orang tersebut adalah salah seorang pejabat bagian HRD yang merupakan salah satu dari tim pewawancara.

Pada saat giliran diwawancara, Rudi ditanya oleh orang yang melihatnya di kamar mandi, “Saudara Rudi, tadi saya lihat Anda membersihkan wastafel dengan sikat gigi bekas, boleh saya tahu, apa tujuan Anda melakukannya, padahal Anda datang kesini bukan untuk wawancara karyawan office boy, atau cleaning service, dan yang pasti, Anda belum tentu kami terima sebagai karyawan di perusahaan ini.”

”Saya melakukannya karena saya ikhlas melakukannya, dan hal itu terlepas dari masalah apakah saya akan diterima atau tidak diperusahaan ini, dan terlepas dilihat orang atau tidak saya melakukannya. Karena saya yakin Allah melihat apa yang saya kerjakan.“

Saya yakin anda tahu, siapa yang diterima diperusahaan itu? Ya, tentu saja Rudi lah orang nya.

Keikhlasan dalam bekerja, sering dikaitkan dengan Spiritualitas.

Spiritualitas berasal dari bahasa Inggris Spirituality. Akar kata dari Spirituality adalah spirit. Spirit bisa berarti jiwa. Bisa juga berarti immateriil (sesuatu yang non-materi). Maka spiritualitas dalam bekerja adalah jiwa, makna, motif dalam sebuah pekerjaan.

Spirit juga bisa berarti murni. Murni dalam bahasa Arab adalah ikhlas. Maka orang yang bekerja spiritual adalah orang yang ikhlas dalam bekerja. Kemurnian seseorang ada pada fitrahnya. Dan fitrah manusia adalah memiliki kerinduan kepada Tuhan, ingin dekat dengan Tuhan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bekerja yang spiritual adalah bekerja yang memiliki kekayaan makna, sarat dengan motif-motif kemulyaan, dan tujuan akhirnya adalah dalam rangka menggapai ridha Allah s.w.t.

Bagaimana cara menumbuhkan spiritualitas dalam bekerja?
Ustadz Wahfiudin pernah menyampaikan, ada 3 cara membangun spiritualitas dalam bekerja:
1. Setting niat yang penuh makna dalambekerja.
2. Perbanyak berdzikir. Apakah dengan lisan atau qalbu.
3. Meyakini bahwa tanggung jawab utama dalam bekerja adalah kepada Allah. S.w.t.

Bekerja keras, cerdas dan tuntas adalah power. Sedangkan motif di balik pekerjaan adalah drivernya. Alangkah bahayanya jika kekuatan yang besar digunakan untuk hal yang tidak baik. Motif yang mulia akan mengendalikan power sehingga pekerjaan kita semakin mendekatkan diri kita kepada Allah.

Jadi mendekatkan diri kepada Allah bukan hanya dengan shalat , dzikir, puasa atau umrah saja, namun bekerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas/spiritual adalah juga cara yang efektif untuk semakin mendekat dengan Allah.

Bayangkan, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk bekerja? Sebagian besar kita menghabiskan lebih dari sepertiga waktu kita untuk bekerja. Apalagi jika kita pukul 6 pagi berangkat dari rumah menuju ke tempat kerja, dan pulangnya pukul 6 sore, berarti dia sudah menghabiskan separuh hidup untuk bekerja. Apalagi bagi ibu-ibu yang telah meninggalkan anak-anak, keluarga dan rumah untuk bekerja.

Dan alangkah ruginya jika separuh hidup yang ia jalani dengan susah payah ternyata tidak bernilai di mata Allah. Dan sebaliknya alangkah beruntungnya jika detik demi detik yang ia jalani dalam bekerja ternyata memiliki nilai yang agung di mata Allah. Disinilah pentingnya spiritualitas dalam bekerja.

Selamat bekerja, selamat menjalankan ibadah puasa. []

Wednesday, May 22, 2013

Renungan Bagi Wanita Bekerja

Wahai Ibu Bekerja..

Meskipun dari luar engkau terlihat kuat..Tapi dari dalam bisa terlihat.. Airmatamu menetes setiap pagi.. Setiap si kecil melepaskan kepergianmu ke kantor dengan tangisannya..

Wahai Ibu Bekerja..

Bisa terdengar hatimu menjerit.. “Aku tak ingin meninggalkan buah hatiku dan merindukannya sepanjang hari, setiap hari..” Coba berhenti sejenak, dengarkan luapan jiwamu itu..

Wahai Ibu Bekerja..

Pengorbananmu berjam-jam diperjalanan ke kantor.. Pengabdianmu berjam-jam dipekerjaan.. Meninggalkan si kecil bersama orang lain yang kasih sayangnya tak sebanding dengan kasih sayangmu.. Apakah hasilnya sepadan?

Wahai Ibu Bekerja..

Sekian juta yang engkau hasilkan.. Dihasilkan oleh ibu lainnya juga.. Bahkan penghasilan mereka berkali lipat lebih besar.. Dengan bekerja dari rumah.. Dekat dengan si kecil.. Dengan apa? Dengan berdagang.. Mereka bisa, tak beda dengan mereka, engkau juga pasti bisa..

Wahai Ibu Bekerja..

Luangkan waktu untuk mencari cara yang lebih baik untuk mendapatkan penghasilan.. Dengan masih bisa berdekatan dengan si buah hatimu yang masa pertumbuhannya amat berharga..

Wahai para SUAMI yang istrinya bekerja..

Kewajiban mencari nafkah adalah bagianmu.. Jangan biarkan istrimu berpeluh menanggung apa yang menjadi kewajiban seorang laki-laki.. Jangan korbankan masa pertumbuhan anakmu bersama seseorang yang kasih sayangnya tak sebanding dengan cinta tulus seorang ibu..


Pesan ini bukan untuk menggurui, tapi untuk mengingatkan.. Pesan ini dibuat bukan dengan kebencian, tapi dengan kasih sayang.. Semoga para Ibu Bekerja bisa terbuka hatinya, terbuka pikirannya, terbuka jalan rezekinya dari jalan lain selain bekerja berjam-jam di kantor, mengorbankan waktu berharganya bersama si buah hati.. aamiin

#BigHUG … See you in the SKY!
Seru-seruan sama Motty di twitter yuk: @MotivaTweet

http://motivatweet.com/2013/02/wahai-ibu-bekerja.php

Tuesday, May 7, 2013

Kiat Mudah Memulai Bisnis Untuk Para Wanita

Menurut National Association of Women Business Owners, ada 10,1 juta wanita yang memiliki bisnis di Amerika Serikat. Kenyataanya, 40 persen dari semua perusahaan milik pribadi di AS dan 30 persen bisnis kecil dimiliki oleh para wanita.

Sejumlah bisnis yang dimiliki oleh para wanita mempekerjakan lebih dari 13 juta warga Amerika dan menghasilkan penjualan senilai lebih dari $1,9 triliun (sekitar Rp18,21 kuadriliun) pada tahun 2008.

Para wanita memiliki pengalaman lebih serta meningkatkan kesuksesan dalam dunia bisnis. Namun, banyak bisnis yang dijalankan oleh para wanita yang berjalan di beberapa bidang jauh tertinggal dibandingkan dengan bisnis yang dijalankan oleh kaum pria — yang setidaknya menghasilkan pendapatan rata-rata $1 juta (sekitar Rp9,59 miliar) per tahun.

Dengan prestasi tersebut dan untuk merayakan National Women's Small Business Month pada bulan ini, berikut adalah Empat tips bagi para wanita yang ingin memulai dan menjalankan bisnis kecilnya sendiri.

- Mulailah bisnis yang sesuai dengan kehidupan pribadi Anda
Anda tidak memerlukan satu acuan untuk memiliki sebuah bisnis yang sukses dan memuaskan. Kenali diri Anda sendiri dan ketahuilah hal apa yang paling penting bagi Anda.

Jika Anda menganggap bahwa waktu liburan atau waktu bersama keluarga lebih bermakna dibandingkan memecahkan rekor penjualan ratusan juta rupiah dalam setahun, ikuti saja hal keinginan Anda. Kebahagiaan Anda tidak akan muncul dengan visi kesuksesan orang lain.

- Luaskan jaringan
Jaringan adalah sebuah aspek kunci untuk memulai dan menjaga kesuksesan bisnis Anda. Saat ini, banyak bisnis kecil kembali membuat jaringan melalui jalur elektronik, mulai dari media sosial, email pemasaran, panduan bisnis online, dan bahkan kebanyakan melalui jaringan nirkabel.

Teknologi terbaru memang menawarkan kemurahan, kemudahan, serta cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan para rekan dan para konsumen. Tetapi perjumpaan dengan bertatap muka masih menjadi bagian penting dalam memaksimalkan kesuksesan bisnis Anda. Keluarlah ke dunia nyata untuk bertemu dengan orang-orang baru dan buatlah hubungan yang erat.

- Mencari sumber pendanaan

Sebagai tambahan, semua cara hebat yang dilakukan wirausaha dalam mencari dana untuk bisnis baru mereka, terdapat pinjaman dan sumber yang dibuat khusus untuk membantu perusahaan yang dimiliki para wanita.

Lakukan pencarian melalui internet dengan kata kunci seperti wanita, bisnis dan bantuan akan membantu Anda menemukan berbagai sumber pendanaan. Juga, banyak kota yang organisasi bisnis wanita yang menawarkan pinjaman, bimbingan, informasi serta saran untuk menjalankan bisnis.

- Manfaatkan waktu dan bakat Anda
Tak seperti pria, wanita cenderung enggan mempromosikan dirinya. Biasanya, wanita justru ingin mengurangi harga produk dan memberi waktu mereka, khususnya ketika sedang memulai bisnis baru untuk kali pertama. Ingat bahwa bisnis adalah bisnis. Ketika Anda mendedikasikan waktu Anda, Anda juga harus melakukannya demi cinta dan keuntungan.

Usaha bisnis wanita itu unik dan bervariasi seperti halnya jutaan wanita yang telah memilikinya. Bangunlah bisnis Anda untuk memenuhi kehidupan Anda, lihatlah nilai terhadap apa yang Anda tawarkan, serta gunakan jaringan, pendanaan, juga berbagai sumber lainnya untuk membuat bisnis Anda tetap berkembang,

Itu adalah kunci untuk meraih kesuksesan yang sebenarnya.

Saturday, April 27, 2013

Kiat Singkat Bagi Wanita Bekerja

Zaman sekarang ini, wanita bekerja bukanlah hal yang luar biasa. Bahkan tidak sedikit wanita-wanita yang memegang pucuk kepemimpinan strategis di tempat mereka bekerja. Di Amerika Serikat saja, lebih dari lima puluh persen wanita menjadi manajer ataupun profesional, dan tak sedikit juga dari mereka yang memegang posisi puncak di pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya didominasi oleh kaum adam, seperti dokter, pengacara, dan dokter hewan.

Bagaimana kiatnya agar kaum hawa dapat meraih kesuksesan di tempat kerja? Berikut kiat-kiatnya.
 
Jangan terlalu cepat berterima kasih
Terutama ketika Anda mendapatkan panggilan bekerja. Wanita sering kali terjebak dalam perasaan antusiasme berlebihan, sehingga dengan cepat menerima panggilan kerja yang diterimanya, berterima kasih secara berlebihan kepada pihak yang memberikan kerja, kemudian membayangkan kehidupan kerja yang glamor—dengan gadget model terbaru yang akan dibeli dengan gaji pertama, lalu harus menelan kecewaan ketika gaji yang diterima ternyata jauh lebih sedikit dari yang dibayangkan.

Kenyataannya, sekitar 57 persen pria melakukan negosiasi terlebih dahulu terkait gaji yang akan mereka terima, sementara itu hanya sekitar 7 persen wanita saja yang melakukannya, sehingga gaji para pria ini 7,6 persen lebih tinggi dibandingkan para wanita. Jadi, ketika Anda mendapatkan kabar gembira bahwa telah mendapat kerja, janganlah bergembira dan berterima kasih secara berlebihan. Lakukan penelitan kecil-kecilan tentang gaji yang pantas Anda dapatkan untuk pekerjaan semacam itu, agar Anda tidak merasa tertipu ketika telah menjalani pekerjaan itu, dan tentunya untuk menunjukkan bahwa wanita pun memiliki posisi tawar yang tinggi.

Jangan terlalu memaksa
Seorang wanita harus memainkan perannya dengan baik di lingkungan kerja, terutama ketika menyampaikan sebuah maksud tertentu. Sebuah penelitian di New York University dan Harvard Kennedy School memperlihatkan sebuah kenyataan yang terasa menyakitkan bagi para wanita karir. Kedua universitas top ini merekam sebuah video yang diperankan oleh seorang aktor dan aktris. Mereka disuruh untuk mengucapkan sebuah kalimat yang sama—yang saat itu berhubungan dengan kenaikan gaji, yang kira-kira berbunyi seperti ini, “Saya rasa saya harus dibayar dengan gaji yang tertinggi. Dan saya juga ingin mendapatkan bonus yang pantas di akhir tahun.”

Yang menyedihkan, ketika aktor pria mengucapkan kata-kata di atas, para subyek peneliti menilai pria tersebut sebagai orang yang kuat, mendominasi, dan layak untuk dijadikan rekan kerja. Sementara ketika para subyek penelitian ini mendengarkan aktris wanita membacakan kata-kata di atas, mereka menganggap wanita ini sebagai orang yang suka memaksa, tidak menyenangkan, dan parahnya mereka justru bersepakat untuk tidak menaikkan gaji wanita ini.

Mainkan peran dengan lihai
Salah satu faktor yang menyebabkan orang-orang bertindak seperti di atas pada wanita yang suka memaksa adalah karena cara bernegosiasinya yang kurang tepat. Para peneliti kemudian mencari kata-kata yang cocok dan tidak membuat orang merasa antipati. Caranya adalah, wanita harus pandai dalam menyampaikan kebutuhannya yang berhubungan erat juga dengan kebutuhan perusahaan. Jadi, mereka tidak menganggap Anda sebagai seorang wanita yang hanya bisa menuntut tetapi juga memberikan kontribusi nyata, yang membuat Anda berhak untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan usaha Anda tersebut. Anda bisa menganggap diri Anda sebagai seorang kakak perempuan yang suka mengatur, tapi di saat yang sama juga peduli pada kemajuan perusahaan.

Tutupi kelemahan
Sallie Krawcheck, salah seorang mantan pemimpin top Bank of America dan Citigroup, selalu merasa gugup ketika harus berhadapan dengan bos-nya untuk meminta sesuatu. Dia kemudian berlatih di depan kaca puluhan kali, juga di depan suaminya. Ia juga selalu mengenakan pakaian berjenis turtleneck yang menutupi lehernya, karena ia selalu berkeringat yang menyebabkan lehernya menjadi merah ketika ia merasa gugup. Anda pun bisa menerapkannya pada diri Anda. Belajarlah untuk menyamarkan hal-hal yang akan menunjukkan bahwa Anda gugup atau cobalah untuk mengatasinya, sehingga Anda akan tampil sebagai wanita yang dapat diandalkan dan penuh percaya diri.

Jadilah diri sendiri
Sebelum menjadi CEO dari Hewlett-Packard, Carly Fiorina muncul di ruang rapat dengan gaya yang menyerupai lelaki, untuk menunjukkan pada dunia yang didominasi oleh kaum adam itu, bahwa ia tidak boleh diremehkan. Namun kini Anda tidak perlu melakukan apa yang dilakukan oleh Fiorina—menganggap sikap kewanitaan Anda sebagai sebuah kekurangan, karena wanita pun kini sudah diakui di dunia bisnis. Christine LaGarde, Direktur Eksekutif IMF pernah berkelakar bahwa kebangkrutan Wall Street tidak akan separah ini jika “Lehman Brothers” adalah “Lehman Sisters”. [Tika/Mizan.com, Diolah dari: Oprah.com

Tips Menjadi Wanita Karir Sukses

Tips wanita karir sukses – Informasi tentang tips wanita karir, baca artikelnya berikut ini. Saat ini peran wanita di kantor sangatlah penting dan memiliki kesematan untuk mendapatkan karir yang tinggi. namun, masih banyak diantara kaum pria yang menganggap wanita itu lemah lantas di sepelekan begitu saja.

Agar Anda bisa bertahan dalam situasi kerja seperti itu dan memiliki karir yang cemerlang maka ikutilah tips sederhana untuk menjadi wanita yang karir yang sukses.

Tips menjadi wanita karier sukses :
1. Berani Berbicara
2. Belajarlah Dari Para senior
3. Berpartisipasi dalam Berbagai Proyek
4. Percaya Diri
5. Jangan Mudah Putus Asa

Tips meraih kesuksesan lebih cepat :
1. Menjadi sangat Ahli di satu bidang.
2. Adaptasi dengan Lingkungan
3. Jadilah orang yang bisa diandalkan
4. Inisiatif dalam bekerja
5. Ber-integritas


Kegagalan dan kemunduran prestasi dalam sebuah dunia kerja merupakan suatu hal yang wajar. Jadikan kegagalan sebagai motivasi serta tantangan dalam meraih kesuksesan dan teruslah gali potensi diri kalian. Keep Your Spirit Up!

http://caramenjadiwanitakariryangsukses.blogspot.com/